Sumedang - Upaya pencegahan meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan Babinsa Koramil 1003/Tanjungkerta bersama warga dengan melaksanakan pemadaman di wilayah Dusun Sudimampir, Desa Cipanas, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (13/08/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Babinsa Desa Cipanas, Sertu Dede Rosadi, bersama warga setempat. Pemadaman dilakukan sebagai langkah cepat untuk mengendalikan titik api agar tidak menjalar ke area perkebunan maupun permukiman warga yang berada di sekitar lokasi.
Perwakilan warga, Bapak Fery Gunadi, mengapresiasi respons cepat Babinsa bersama masyarakat dalam menangani kebakaran tersebut.
«“Kami bersama Babinsa berupaya melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas. Kami khawatir apabila tidak segera ditangani, api bisa menjalar ke perkebunan dan mendekati perkampungan warga, ” ujar Fery Gunadi.»
Sementara itu, Babinsa Desa Cipanas Sertu Dede Rosadi mengatakan bahwa pemadaman dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel sekaligus mencegah api merambat lebih luas.
«“Kami bersama warga langsung melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api. Tujuannya agar kebakaran tidak menjalar ke perkebunan maupun permukiman. Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat kondisi lingkungan kering, ” kata Sertu Dede Rosadi.»
Danramil 1003/Tanjungkerta Kapt Inf. Wawan Saripudin menegaskan pentingnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi potensi karhutla, khususnya pada musim kemarau.
«“Kesiapsiagaan dan kepedulian masyarakat sangat diperlukan dalam mencegah karhutla. Kami mengajak seluruh warga untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan segera melaporkan apabila menemukan titik api, ” tutur Kapt Inf. Wawan Saripudin.»
Senada, Komandan Kodim 0610/Sumedang Letkol Arh. Kusuma Ardianto, S.I.P., M.Han., mengapresiasi langkah cepat Babinsa dan warga dalam melakukan pemadaman.
«“Kami mengapresiasi kesigapan Babinsa dan masyarakat dalam menangani karhutla. Pencegahan dan penanganan sejak dini sangat penting agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar dan mengancam perkebunan maupun permukiman, ” ungkap Letkol Arh. Kusuma Ardianto.»
Kegiatan pemadaman tersebut menjadi wujud nyata sinergi TNI dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta keselamatan lingkungan. Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, tidak membakar lahan sembarangan, serta segera melaporkan apabila melihat adanya titik api.
Dengan kesiapsiagaan, kepedulian, dan gotong royong bersama, potensi karhutla dapat dicegah agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.
